Salam Wortel…!!!
Kenapa yah, setiap aku pulang sekolah, pas udah lepas sepatu dan berjalan dengan kaki telanjang, lantai pasti berdecit-decit. Aku liat lagi telapak kakiku, merah seperti biasanya. Tapi kok berdecit ya…??? Kaya’ sepatu anak kecil yang bisa bunyi itu lho…
Trus, apa hubungannnya dengan judul yang diatas…? Gak ada, aku cuma pengen ngomong aja tadi, baiklah, sekarang kita bahas apa saja yang ada di kamarku. Kamarku kecil sekali, 3 m x 2,4 m. Walopun kecil, tapi aku suka. Karena ini adalah ruangan yang paling nyaman dirumah. Kamarku ini paling aman, karena alhamdulillah gak pernah ada kejadian nyeremin, dan sepertinya penunggunya juga malas banget gangguin, secara aku orangnya pemalas, bahkan sahabatku bilang gini “Kok masuk kamar ini langsung dateng mood malesku ya…?”. Ya eya lah, secara yang nempatin juga si pemalas kelas kakap. Okeh, kita mulai aja deh, cek-mak-erot :
- Barang pertama adalah yang paling besar di kamarku. Tempat tidur dan kasurnya. Cukup ditiduri oleh 2-3 orang. Make dipan kayu dan kasur kapuk. Tapi tetap empuk dan nyaman (yah, sebenarnya aku tipe orang yang nyaman tidur dimana saja). Letaknya dekat jendela. Di sudut kanan biasanya aku menaruh barang-barang yang sering aku pakai, seperti komik, bando, gelang, jam tangan, cash hape, headset, tas, buku pelajaran, dompet, kertas-kertas lirik lagu, souvenir nikahan, dan barang-barang yang gak penting. Ingat…!!! Ini masih membahas kasur, jadi tentu saja semua itu ada di kasur dan berserakan. Tapi kok rasanya udah kaya’ isi lemari aja… Yah, aku orangnya memang bukan tipe orang yang rapi… Seprainya suka berganti-ganti, kadang ijo kembang-kembang pink yang banyak bolongnya, atau gak warna biru ada gambar daon yang kelihatan tentram, bahkan warna putih motif stoberi yang aku benci, tapi paling harum…!!!
- Barang kedua adalah lemari dengan 4 pintu. Salah satu pintu ada kacanya yang aku sisipin 2 lembar foto (bukan fotoku, foto yang di kasi orang baek ke aku). Lemari bagian atas isinya adalah baju, celana, jas, ikat pinggang, jaket, jilbab, baju dan celana dalam, kaset d’masiv perubahan, bedak, parfum, deodoran, peniti, pelembab, lotion, obat dokter, kertas-kertas, sapu lidi, dan beberapa barang gak penting lainnya. Sedangkan di lemari bagian bawah ada buku-buku yang entahlah, pokoknya buku-buku dan kertas. Oh ya, di lemari ini ada tulisan-tulisanku yang mirip kaya’ ratapan anak kandung, dan juga semelekete. Pernah ketahuan Bokap, wadoh, marah besar Bokap, ampun…
- Berikutnya barang ketiga adalah kursi. Kursi kayu berpelitur mahal (tapi kok dipake ma aku kemewahannya jadi hilang, sial…!). Kursi ini beralih fungsi jadi tempat taruh tas, serta kertas-kertas, atau barang-barang gak penting lainnya. Oh ya, ada juga boneka kodok yang kumel, usianya sudah lebih tua dari aku, pokoknya 20 tahun lebih…
- Next thing, ada keyboard abal-abal. Ini keyboard aku pindahin dari dapur ke kamarku, kasian kan gak dibunyi’in. Walopun suaranya rada-rada serak-serak nakjis, tapi tetap bisa menghibur kepalaku yang lagi penat. Ada kertas-kertas chord lagu dan buku les musik diatasnya. Ini barang udah banyak debunya, tapi aku malas aja bersihin, biar lebih eksotik. Maaf ya Kebo, aku gak maksud gak urus kamu, tapi aku pindahin kamu dari dapur aja udah syukur. Kamu kan dibeli waktu aku SD, tapi aku bisa manfaatin kamu pas SMA doang, maaf ya…
- Yang kelima ini sebenarnya adalah barang yang luar biasa. Yaitu kardus ajaib, habis isinya macem-macem, gak bisa aku sebutin! Pokoknya isinya di dalem tuh ada kertas-kertasnya deh! Barang-barang apa yang aku butuhin pasti ada aja di tuh kardus. Bin ajaib dah pokoknya, tapi jadi banyak debu disekitarnya.
- Ada kipas angin yang banyak debunya. Sekali lagu aku males bersihin. Tuh kipas angin tutup bagian depannya udah hilang, pas aku cari-cari, tahunya jatoh ke bawah tempat tidur, aku males ngambil, jadi aku biarin deh, toh juga anginnya tambah kenceng. Kipas angin ini berada tepat diatas Kebo.
- Selanjutnya poster-poster Avril Lavigne, si kakak kandungku (karena aku dibuang oleh orangtuaku yang tidak menginginkan punya anak pemales sepertiku, mereka juga kaget aku kok kelinci…). Ni poster nemplok di tembok kamar. Ada juga stiker nama-nama band bonus dari majalah, dan juga stiker tokoh-tokoh Naruto, tapi ini bukan aku yang nempel, keisengan adekku..!!!
- Habis itu yang menggantung adalah tempat gantung baju dibalik pintu. Ada juga tempat gantung ID-Card, aku serasa jadi pengoleksi ID-Card, karena banyak kegiatan yang aku ikutin, dan topi Paskibra yang cuma 2 kali aku pake. Kasian itu topi, banyak serapu-raput debu jadinya.
- Ada gorden warna pink di kamarku. Yang sering dihinggapi nyamuk. Tak heran gorden itu jadi tempat pembantaian nyamuk bagiku. Banyak berserakan bercak darah, keren kan…
Itulah 9 barang yang ada di kamarku. Kesimpulannya adalah, banyak kertas dan debu. Di mana-mana wajib ada kertas, debu, ato barang-barang gak penting. Gak heran aku dijuluki pemulung oleh kakak perempuanku. Habis mau gimana aku kan kelinci (apa hubungannya bego…!!!). Kalian jadi tahu, aku adalah kelinci pemalas (O ya, aku habis makan duren, jadinya keyboard laptop ini bau duren, dan kakak perempuanku paling benci duren, RASAKAN…!!!).
Salam Wortel… (-___-“)
hmmm, judulnya aneh sekali. 9 things?
Aku emang aneh, toh dasarnya juga aneh, wajar tulisanku aneh-aneh, apa lagi judulnya…
itu, barangnya kan banyak, ndak cuma sembilan. kebongkar juga rahasia capas. wkwkwk
Wah, iya… aku goblok juga ya…
Hahahaha…
narsis!