Kita Bertiga

Posted: September 7, 2010 in Litle Memory
Tag:, , ,

Apa kau masih ingat teman?

Ketika kita menunggu jemputan yang tak kunjung datang

Apa kau masih ingat teman?

Ketika hujan mengguyur, dan kau kutinggalkan pulang

Kau basah

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika kita terlambat gara-gara salahku dan kau menangis

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika hujan reda kita bermain di becek

Kau dimarah orangtuamu

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika aku berkunjung ke rumahmu, namun Ayahku tak tau

Aku dimarahnya

Apakah kau masih ingat teman?

Kau datang ke rumahku, hanya untuk membeli penghapus warna warni koleksiku

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika kita saling bertukar jajanan ketika kenaikan kelas

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika aku menitip membeli alat lukis dari tokomu

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika kita bertiga bermain lompat tali bersama

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika kau tampil dalam paduan suara

Aku dalam pembacaan puisi

Apakah kau masih ingat teman?

Kau tak mengerti pelajaran, aku jelaskan

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika jam olahraga, kita berbagi oreo bersama

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika kita menghitung bunyi lonceng dari museum

Apakah kau masih ingat teman?

Ketika kita pergi ke museum tanpa tahu apa-apa

Apakah kau masih ingat teman?

Aku menelponmu, kau menelponku

Apakah kau masih ingat teman?

Kau yang berhidung merah, kau yang berambut keriting

Dan AKU…

(Special for my best friends, when I Elementary School in Bima)

Salam wortel….!!! (6__6)

Hai semua, kali ini aku akan membahas, eh menyebutkan kentut-kentut yang berpengaruh pada kehidupan kalian semua. Jangan pernah meremehkan kentut…!!! Jangan salahkan orang yang kentut, karena itu bisa menandakan orang itu sehat, sakit, atau bentar lagi mati, hihihihihi….

Okeh, tanpa panjang lebar, langsung ajah…

Kentut Minimal 3 x Sehari = Orang Sehat

Kentut Minimal 5 x Sehari = Normal

Kentut Minimal 8 x Sehari = Salah Makan

Kentut Minimal 15 x Sehari = Abnormal

Kentut Minimal 30 x Sehari = Killer

Kentut Berfrekuensi 15.000 HZ = Bomber

Kentut Bertubi-tubi = Machine Gunner

Kentut Tak Bersuara = Stealh Killer, Misterius

Kentutnya di Sana yang kena di Sana = Sniper

Pengen Kentut Tapi gak Bisa Kentut = Iri

Pengen Kentut dipaksa-paksa tapi yg Keluar ampasnya = Goblok

Kentut Tapi Ampasnya Ikut Keluar = Gak Sabaran

Orang Kurang Kerjaan = Yang Baca

Orang Gila = Kerjanya meneliti orang kentut

Tidak jujur : Orang yg abis kentut trus nyalahin orang lain

Bodoh : Orang yg nahan kentut sampe berjam-jam

Bijaksana : Orang yg tau kapan harus kentut

Sengsara : Orang yg pengen kentut tapi gak bisa-bisa

Misterius : Orang yg kalo kentut gak ketahuan orang lain

Pede : Orang yg selalu yakin kalo kentutnya gak bau

Sadis : Orang yg habis kentut dikibas-kibasin ke temen sebelahnya.

Strategis : Orang yg kalo kentut bisa mengalihkan perhatian orang lain shg lupa soal kentut tsb

Idiot : Orang yg habis kentut trus ambil napas dalem2 untuk ngisep lagi kentutnya

Irit : Orang yg kalo kentut dikeluarin dikit demi dikit

Sombong : Orang yg seneng ngebau-in kentutnya sendiri

Ramah : Orang yg dikentutin orang lain tapi tetap senyum

Childish : Orang yg kalo kentut berendam di air biar bisa ngeliat blubug-blubugnya

Jujur : Orang yg langsung mengaku begitu dia kentut

Jenius : Orang yg bisa mengidentifikasi ini bau kentutnya siapa

Sial : Orang yg selalu dikentutin orang lain & bau.

Kurang kontrol : Orang yg kalo kentut sampe keluar ampasnya

Kurang kerjaan : Orang yg senengnya ngebaca tulisan soal kentut … Hahahaha

Yah, itulah… aku dah ngantuk nih, besok lagi aku posting yang baru yah… Maaf kata2 penutupnya gak enak dibaca… Selamat BERKENTUT RIA…!!!!!!

Salam Wortel…-__-”

Salam Wortel…

Lagi nonton

Suatu sore, saya merasa lapar. Lalu saya pergi ke kios Bibi saya dan membeli, oh, yang betul mengutang sebuah mi instan, dan saya memintanya untuk memasaki saya (udah ngutang nyuruh lagi…!!!). Tapi itu karena ada alasannya, Bibi saya sangat pandai membuat mi goreng instan. Dan saya lebih tidak tahu diri lagi ketika meminta Bibi saya mengantarnya ke rumah kalau mi itu sudah jadi (kan bersebelahan).

Mi sudah jadi dan siap disantap. Saya memakannya tidak di meja makan, karena saya memang tidak suka makan di meja makan. Saya makan di ruang keluarga sambil menonton tivi dan saya lupa acara tivi apa yang sedang tayang. Nah, pada suap pertama, saya menggerutu. Kenapa sih rasanya mi goreng itu tak pernah berubah, selalu begini. Lalu suapan kedua, ketiga, dan seterusnya saya menggerutu terus. Bukan karena tidak ada lau di rumah. Lauk sangat banyak, bahkan enak-enak, namun sekali lagi saya terlalu angkuh, mengatakan bahwa saya bosan dengan lauk-lauk yang ada.

Ketika mi saya hampir habis, maka acara tivi berubah menjadi acara tivi yang menguji kebaikan manusia tanpa pamrih. Pastilah anda semua tahu. Dan saya merenung sambil memandang mi goreng yang hampir habis itu. Dan saya petik hikmah dalam keritingnya mi goreng itu.

Saya memang angkuh dan sombong. Saya terlalu egois dan memikirkan diri sendiri. Bagaimana saya bisa menjadi orang baik, jika saya mengeluh bosan dengan lauk yang serba ada dan memilih mi goreng (yang biasanya saya sebut makanan pengungsi). Dan saya memakan mi goreng itu, saya juga merasa bosan, hingga acara tivi itu menyadarkan saya. Orang yang tak mampu saja, yang makan hanya dengan nasi dan sambal terasi mau berbagi dengan yang membutuhkan, bahkan dia mungkin tak bisa mencicipi mi instan yang harganya seribu-an perak ini.

Sedangkan saya? Sudah ngutang, minta dimasakin, minta dianterin, menggerutu, dan saya memang orang yang tak berguna. Tak pernah bersyukur atas apa yang diberikan kepada saya. Saya selalu lupa diri. Hingga mi goreng dan acara tivi itu menyadarakan saya. Saya selalu menonton acara itu dan menangis karenanya, tapi tak pernah saya memetik hikmahnya hingga saya menontonnya sambil memakan mi goreng ini.

Semua hal, semua benda yang kita anggap sepele ternyata mempunyai filosofi yang sangat bermakna untuk hidup kita. Dan saya berusaha untuk mencari itu, mencari cara agar selama saya hidup di dunia ini, saya tak sia-sia menjalaninya. Harus lebih belajar dan belajar lagi. Seperti peribahasa yang kita semua tahu “Semakin diasah, maka pisau semakain tajam”…

Salam Wortel… ^__^

Tik Tok Tik Tok

Posted: April 7, 2010 in Uncategorized
Tag:

Ada yang gelap
Ada yang tak terlihat
Coba dekati…

Keras, dan teguh
Dan menunggu…

Dalam apa?
Ilusi?
Mimpi?
Khayalan?
Sangat perih jika dalam fana…

Terdengar sebentar lagi
Dia akan pergi
Hanya bunyi detik
Pengiringnya…
Gelap dan tak terlihat

Tik…Tok…
Tik…Tok…

(Ampenan, 7 April 2010)

Melukai Diri…

Posted: Maret 16, 2010 in Uncategorized
Tag:, ,

Salam Wortel…

Kali ini mungkin tulisanku agak kurang mengenakkan, tapi yah, namanya juga sharing. Tulisan ini juga himbauan buat teman-teman atau pembaca semua untuk tidak melakukan hal yang aku lakukan. Ini tidak baik dan tidak boleh dicontoh…!!!

Jadi begini, ketika aku merasa benar-benar sudah mumet, stres, dan gelap semuanya (karena sering mati lampu bo…), aku lalu memilih untuk tidur atau makan. Tetapi jika sudah benar-benar tak tahan lagi, aku melakukan sesuatu yang, yah, menurutku enak, yaitu melukai diri.

Biasanya aku suka menyilet lenganku sendiri. Rasa sakitnya tak terasa waktu menyayat, namun akan terasa beberapa lama setelah luka itu agak bengkak, memerah, dan keluar darah. Tapi itu sesuatu yang fantastis buatku. Dan seperti biasa, zat endorphin (zat yang membuat kita merasa senang dan bahagia), mengalir deras di dalam  tubuhku. Benar-benar enak rasanya.

Mungkin aku punya sedikit kelainan, yaitu suka merasakan rasa sakit. Tapi sejauh ini, aku belum melakukan hal-hal yang benar-benar “danger”, jadi masih so-so lah…

Nah, ini gambarku yang berwujud manusia (lenganku yang aku iris, tapi sudah agak membaik dan sembuh waktu aku foto), dan aku berwujud kelinci yang parah banget nih…! (Itu mah aku bener-bener stres ampe percobaan bunuh diri).

Nah, segitu dulu deh ya, soalnya sekali lagi mood menulisku hilang, belum ada inspirasi. DON’T TRY THIS AT ANYWHERE….!!!! Do’akan aku biarl lulus UN dan US dengan nilai terbaik ya… Amiiinnnn….

Salam Wortel (*___*)…

Salam Wortel…

Hai semua, kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku memasang kawat gigi. Yah, kalian semua pasti tahu, kelinci itu giginya dua maju besar kan..? Nah, karena struktur gigiku kaya’ gitu, yah maklum, namanya juga kelinci, jadi aku berencana memaka kawat gigi. Ini bukan untuk gaya-gayaan, tapi ini memang kebutuhan…!!!

Baik, pertama, aku diajak ke dokter gigi oleh Ayahku (ya eya lah, emangnya mau ke bengkel…). Trus, diperiksa deh, gigiku yang luar biasa unik ini. Setelah itu Budok (Bu Dokter) meminta asistennya untuk mengambil cetakan. Gigiku mau dicetak lho…!!!

Budok : Ti, ambilin cetakan gigi…

Mbak Ati : Yang nomor berapa Dok…?

Budok : Yang nomor 2…

Usut punya usut, ternyata urutan cetakan gigi tuh dari nomor 1 paling besar ampe nomor 4 paling kecil…! Buseeettt, dong kerangka gigi gue sebesar apa sih ampe pake cetakan nomor 2… #___#

Setelah itu, Mbak Ati, asisten Budok membuat semacam adonan berwarna pink yang bakalan ditaruh dicetakan gigi tersebut. Yah, semacam lilin gitu deh adonannya, eh, permen karet gitu. Trus Budok nyuruh aku buka mulut karena mau cetak gigi. Pertama gigi atas dulu. Nah, pas masukin cetakan gigi ke mulut itu, rasanya sakit banget…!!! Mulutku rasanya mau sobek…!!! Ampun dah, mana harus diulang karena nyetaknya gak sempurna lagi… T___T… Trus akhirnya pas gigi bawah, gak terlalu sakit amat. Sesudah itu, besok akan dilanjutkan lagi. Pas aku ngaca di rumah, sudut bibirku ternyata robek…!!!

Besoknya di pasang behelnya serta benang kawat. Nah, pas mau rekatin behelnya itu, pakai semen atau apalah itu yang rasanya aseeeeeeemmmmm aaassssiiiiiiinnnn gila…!!! Lalu dilanjutkan seminggu kemudian… Tau gak sih, selama itu aku cuma makan bubur, atau malah rasanya kaya’ puasa…! Udah kurus, tambah keliatan tulang lagi…

Seminggu kemudian, akhirnya pencabutan gigi. Gigi yang dicabut ada dua dan semuanya gigi rahang atas kiri kanan. Pakai obat bius lagi, rasanya mulut tuh tebel banget….!!! Aku gak bisa gerakin bibir, jadinya seperti orang yang gak pernah senyum satu abad… T___T

Esoknya pemasangan cincin, ini nih yang sakit banget. Seperti pemasangan behel, pakai yang asem asin itu. Trus pas mau pasang kawat benerannya, eh, ternyata cincin gigi yang atas sebelah kiri tumpul ketutup semen yang asem asin itu, jadi harus dibuka lagi. Alamak…. mati aku….!!! Yah, aku persingkat aja dah, akhirnya aku bisa memakai kawat gigi seutuhnya, tapi tetep ajah, makannya itu susah banget bo….

Trus lagi, mana kata Budok ini baru kawat biasa, belum kawat tebelnya, lebih sakit lagi…! Waduh, do’akan aku kuat yah, walaupun sebenarnya aku sakit hati juga udah minta ma Bokap buat pagerin gigi. Apalagi kalo makan, suka keselit di kawatnya… #___#

Maaf kalo tulisanku gak begitu enak dibaca, aku juga lagi gak mood nulis nih… Akan aku cari pengalaman menarik lainnya… Eh iya, kan aku ke minimarket, trus aku beli parfum buat cowok, karena aku gampang keringatan, jadinya parfum cowok pas buatku (kan parfum cowok + keringat = tambah harum), eh, kasirnya tuh cowok, pas selesai bayar dia bilang “Makasi mas…”

Aku melongo sebentar. Masa separah itu sih aku ini…? Padahal aku cuma pakai celana basket, kaos, ama helm masih kepasang di kepala. Kenapa aku masih dianggap cowok…???!!!! Yah, tak apalah, sudah takdir mungkin, khuhuhuhuhuh…

Okeh, okeh, sudah dulu yah, aku bentar lagi mau Ujian Nasional, do’akan yang terbaik ya buat aku… Terimakasih semuanya… (gak ada becanda dulu deh, ntaran, lagi masa serius nih…)

Salam Wortel…

Salam Wortel…

Jadi, para pembaca sekalian tinggal membalikkan fakta-fakta yang ada di bawah ini :

  1. Saya seorang wanita
  2. Saya seorang pria (Nah lo, bingungkan….?)
  3. Saya cakep
  4. Saya tajir
  5. Saya tinggi sekali
  6. Saya gendut sekali
  7. Saya make kacamata dengan minus 7
  8. Saya orang yang rajin
  9. Saya orang yang introvert
  10. Saya tidak suka membaca, main musik, menggambar, atau mengusili orang
  11. Saya tidak physco
  12. Saya seorang manusia (Kalian semua pada tahu kan saya kelinci… :D )
  13. Saya sangat suka lagu-lagu ST12, Wali Band, Kangen Banddan Hijau Daun
  14. Saya orang yang tidak pendendam
  15. Saya tidak punya kepribadian ganda (Aku rasa bukan ganda lagi, tapi campuran… (-___-“))
  16. Saya senang berteman dengan orang yang suka berbohong
  17. Saya sangat dewasa
  18. Saya bodoh (Hueee… narsis dikit bolehlah…)
  19. Saya tidak narsis
  20. Saya sangat suka berpakaian ketat
  21. Saya tidak gampang menangis jika menonton reality show tentang kehidupan orang miskin
  22. Saya tidak gampang berkeringat
  23. Muka saya tidak berminyak
  24. Saya tidak takut dengan gelap maupun  orang gila
  25. Saya tidak suka melihat wanita seksi
  26. Saya tidak suka full colour
  27. Saya suka bersih-bersih
  28. Tidak ada eskul yang saya ikuti
  29. Saya sangat suka sayur
  30. Saya benci daging
  31. Saya suka merokok
  32. Saya pintar matematika
  33. Saya bukanlah aku

Nah, udah pada tahukan aku seperti apa. Jadi ada gambaran, pemilik blog ini orang yang… ehm, yang gitu deh, terserah anda-anda semua menilai. Eits, napa lagi nih…? O… Iya… iya… Maaf, saya kan lagi mood nulis ini, ntar kalo mood nulis yang laen, baru dah aku tulis. Okey… Eh, jangan protes dong…! Waduh jangan demo segala…! Eh, apa’an tuh bawa kerbau…? Mau kasi ke aku ya…? Wh, busyet lu, kerbaunya kentut pas gue lagi mangap…! Udah, sana deh, ntar aku nulis yang laen, gak usah anarki gitu…!!! Stop…!!! Stop…!!! STOP WOooiii…!!!

Salam Wortel… (=___=)

Try Out…

Posted: Februari 1, 2010 in Uncategorized
Tag:, , ,

Salam Wortel…!!!

Hai, ketemu lagi ya, wah, masih ada juga yang mau baca blog gak penting ini. Terima kasih banyak untuk kalian semua. Aku benar-benar terharu, hingga ingin bernyanyi, ah, tapi sudah lah, nenek tuli aja pengen potong telinga liat aku nyanyi.

Hari ini aku Try Out I. Sekolah ini bagaimana sih, sekolah lain sudah pada Try Out dari dulu-dulu, la, sekolahku? Baru sekarang…!!! Protes…!!! Protes…!!! Tapi gak jadi dah, enakan sih santai-santai begini, tapi kan kasihan kitanya kalo gak lulus ntar… :(

Nah, aku sudah membeli segala perlengkapan buat Try Out seharga Rp 22.000. Secara materi barang-barang dan mental, aku siap, tapi secara isi otak, aku tak siap. Malahan tadi malam, aku belajar tambah pusing, matematika bo… Nah, akhirnya internetan, cuci mata (hahahy…).

Lalu pas ulangan, kukira jam pertama matematika, eh, tahunya Bahasa Indonesia…!!! Waduh, gak belajar sama sekali…! Tapi gak apa-apa, aku cukup PD mengerjakannya. O ya, yang bikin aku sebel, ternyata Try Out-nya gak pake LJK…!!! Anjrit gila…!!! Huh…! Trus pas matematika, hemmm… Jika aku punya rambut kribo seperti si Aulia Kurnia Fajar itu, rambutku pasti lurus seperti di rebonding, minimal kaya’ iklan shampoo “yang alami-alami…” karena soal-soalnya, bikin aku hampir meregang nyawa saja…

Belum lagi ramai-ramai di kelas karena Temon dan Edy Bucung saling sahut-sahutan. Padahal merekalah yang dijadikan kambing hitam oleh anak-anak sekelas tadi. Kelas udah kaya’ pasar aja. Syukur aja gak ada yang berperan jadi preman buat malak jawaban. Malah, aku jadi kelinci pengemis di kelas. Dari 40 soal, aku cuma bisa jawab 17, dan selebihnya, untung ada Lyan yang jadi Peri baik Hati, padahal mah dia sering jadi Goblin…!

Oh iya, kemarin ada cerita horor di rumahku. Bibi ku katanya melihat sesosok wanita di beranda lantai dua, mirip seperti Mbak ku. Rambut panjang dengan baju putih. Tapi Mbak ku pada saat itu sedang berada di dalam rumah dengan aku dan Ayah. Hah, aku jadi kepikiran, sehingga aku mimpi gonceng kuntilanak…T_T

Aduh, itu ajah deh dulu yang aku tulis, sebenarnya aku lagi gak niat nih, gara-gara nahan boker. Gara-gara kemarin aku tahan, tadi pagi gak keluar, eh ternyata udah pada desak-desakkan nih di ujung. Apa…? Jorok…? Ah, bodo amat, sapa suruh mau baca blognya orang malas bin Jorok bin aneh, bin gila…!!! Ntar kalo aku niat, aku tulis tulisan yang lebih bagus dan bermutu, Okeeehhh….

Salam Wortel…(6___6)

Cerita Ayam

Posted: Januari 29, 2010 in Uncategorized
Tag:, ,

Salam Wortel…!!!

Krraauuss, kkrrraaauuss…. Sialan ne upil, alot banget…!!! Eh, kalo ampe lu gak nyerah, gue gak bakalan upilan lagi dah…!!! Eeeggghhhh, PLOP…!!! Aaahh, akhirnya keluar juga lu upil, mampus kau, TUUIING… eh, ada pengunjung ya? Wah, maaf, apa tadi anda meliat saya bergulat dengan lubang hidung saya? Eits, eits, jangan muntah dong, masak gak pernah liat kelinci ngupil? Ya udah deh, nih, kantong plastik, jangan kotorin blogku yah, puas kan lo…!!

Apa lagi…? Baca blog gue aja ribet banget sih lu jadi orang. Knapa make krausss? Eh, iya, salah bunyi ya, habisnya, aku kan gak tahu gimana bunyinya ngupil. Ah, udahlah, baca aja dulu. Ini ada sedikit corat coretku, tentang keisengan teman-temanku. Yah, mungkin garing atau apalah, tetapi aku merasa lucu dan terhibur, ini semua kisah nyata, tanpa ada direkayasa, gak kaya lirik lagu dangdut “Kalau cinta, sudah direkayasa, banyak bocah, disulapnya dewasa” seperti yang marak terjadi saat ini (-___-”). Padahal, waktu aku SD kelas 5-6, masih besaran kepala ma badan, kalo sekarang…??? Bahenol semua ni bodi anak-anak SD…

Oke, aku lanjutkan tentang cerita konyol teman-temanku. Pada suatu hari, Tolo Squad–Ini nama salah satu geng di kelasku yang beranggotakan 5 cowok bego–sedang asik ngumpul di basecamp mereka, alias rumahnya Gagah alias Temon (item, bantet, gigi luar biasa, lucu abis, suka ‘ujan lokal’, namun TERKADANG baik hati). Sang leader, bernama Guruh alias Tolo (karena kepalanya mirip kondom, suka tarik tanganku ke pantatnya, tapi suaranya benar-benar mirip Ryan d’Masiv). Lalu ada Bayu alias Odong (paling kurus, rambut emo, bawa mobil ke sekolah sekalian cari penghasilan jadi supir angkot, mantan Pekagi alias Pemake kawat gigi, loadingnya lama ni orang, tapi punya bakat jadi tukang reparasi tas). Setelah itu ada Edy alias Bucung (tinggi, pemaen voli, paling goblok dan gampang dibodoh-bodohin, suka jadi kambing hitam). Yang terakhir ada si Abror alias Oyiq alias Kelinci (karena pelihara kelinci di rumahnya, gak banyak tingkah, suka ikut-ikutan, suka ngomong yang gak penting).

Nah, tiba-tiba saja Tolo punya ide, dia lalu menelpon Ka-ep-si. Yang lainnya pada seneng nih, dikira bakal ditraktir. Huh, padahal Tolo kan kere, tajirnya cuma ama ceweknya doang. Lalu terjadilah percakapan berikut :

Tolo : menelpon sambil senyum-senyum yang lebih mirip orang bokernya kesumbat.

Ka-ep-si : “Ka-ep-si mataram, selamat sore, ada yang bisa dibantu? Mau pesan apa?”

Tolo : “Mbak, ayamnya ada?”

Ka-ep-si : “Ada, mau pesan paha, sayap, ato dada?”

Tolo : “Gak, saya mau yang hidup, biar bisa di adu ma ayam saya. Adu maeh..!!! Adok… adok…!!!”

Ka-ep-si : Mbak yang ngangkat telpon gak tau mau ngomong apa, jadi salah tingkah, dan kentutnya berada di G minor.

Tolo : “Hahahahahahaha…..” Tut…tut…tut…

Hahahahahahahahahahaha, aku yang diceritain aja ketawa, mana pas diceritain itu kita lagi piknik di perpus. Kontan saja pengunjung kaget dan aku dikira kelinci yang habis kena asusila ama tuh anak-anak Tolo Squad. Okeh, okeh, yah, mungkin agak garing, atau malah gak berguna, tapi setidaknya, janjiku terpenuhi, untuk memposting kisah mereka ini. Tunggu saja kisah-kisah lainnya. Sebenarnya banyak, tapi aku lagi males ngetik ajah.

Salam Wortel (-___-”)…

9 Things In My Room…

Posted: Januari 27, 2010 in Uncategorized

Salam Wortel…!!!

Kenapa yah, setiap aku pulang sekolah, pas udah lepas sepatu dan berjalan dengan kaki telanjang, lantai pasti berdecit-decit. Aku liat lagi telapak kakiku, merah seperti biasanya. Tapi kok berdecit ya…??? Kaya’ sepatu anak kecil yang bisa bunyi itu lho…

Trus, apa hubungannnya dengan judul yang diatas…? Gak ada, aku cuma pengen ngomong aja tadi, baiklah, sekarang kita bahas apa saja yang ada di kamarku. Kamarku kecil sekali, 3 m x 2,4 m. Walopun kecil, tapi aku suka. Karena ini adalah ruangan yang paling nyaman dirumah. Kamarku ini paling aman, karena alhamdulillah gak pernah ada kejadian nyeremin, dan sepertinya penunggunya juga malas banget gangguin, secara aku orangnya pemalas, bahkan sahabatku bilang gini “Kok masuk kamar ini langsung dateng mood malesku ya…?”. Ya eya lah, secara yang nempatin juga si pemalas kelas kakap. Okeh, kita mulai aja deh, cek-mak-erot :

  • Barang pertama adalah yang paling besar di kamarku. Tempat tidur dan kasurnya. Cukup ditiduri oleh 2-3 orang. Make dipan kayu dan kasur kapuk. Tapi tetap empuk dan nyaman (yah, sebenarnya aku tipe orang yang nyaman tidur dimana saja). Letaknya dekat jendela. Di sudut kanan biasanya aku menaruh barang-barang yang sering aku pakai, seperti komik, bando, gelang, jam tangan, cash hape, headset, tas, buku pelajaran, dompet, kertas-kertas lirik lagu, souvenir nikahan, dan barang-barang yang gak penting. Ingat…!!! Ini masih membahas kasur, jadi tentu saja semua itu ada di kasur dan berserakan. Tapi kok rasanya udah kaya’ isi lemari aja… Yah, aku orangnya memang bukan tipe orang yang rapi… Seprainya suka berganti-ganti, kadang ijo kembang-kembang pink yang banyak bolongnya, atau gak warna biru ada gambar daon yang kelihatan tentram, bahkan warna putih motif stoberi yang aku benci, tapi paling harum…!!!
  • Barang kedua adalah lemari dengan 4 pintu. Salah satu pintu ada kacanya yang aku sisipin 2 lembar foto (bukan fotoku, foto yang di kasi orang baek ke aku). Lemari bagian atas isinya adalah baju, celana, jas, ikat pinggang, jaket, jilbab, baju dan celana dalam, kaset d’masiv perubahan, bedak, parfum, deodoran, peniti, pelembab, lotion, obat dokter, kertas-kertas, sapu lidi, dan beberapa barang gak penting lainnya. Sedangkan di lemari bagian bawah ada buku-buku yang entahlah, pokoknya buku-buku dan kertas. Oh ya, di lemari ini ada tulisan-tulisanku yang mirip kaya’ ratapan anak kandung, dan juga semelekete. Pernah ketahuan Bokap, wadoh, marah besar Bokap, ampun…
  • Berikutnya barang ketiga adalah kursi. Kursi kayu berpelitur mahal (tapi kok dipake ma aku kemewahannya jadi hilang, sial…!). Kursi ini beralih fungsi jadi tempat taruh tas, serta kertas-kertas, atau barang-barang gak penting lainnya. Oh ya, ada juga boneka kodok yang kumel, usianya sudah lebih tua dari aku, pokoknya 20 tahun lebih…
  • Next thing, ada keyboard abal-abal. Ini keyboard aku pindahin dari dapur ke kamarku, kasian kan gak dibunyi’in. Walopun suaranya rada-rada serak-serak nakjis, tapi tetap bisa menghibur kepalaku yang lagi penat. Ada kertas-kertas chord lagu dan buku les musik diatasnya. Ini barang udah banyak debunya, tapi aku malas aja bersihin, biar lebih eksotik. Maaf ya Kebo, aku gak maksud gak urus kamu, tapi aku pindahin kamu dari dapur aja udah syukur. Kamu kan dibeli waktu aku SD, tapi aku bisa manfaatin kamu pas SMA doang, maaf ya…
  • Yang kelima ini sebenarnya adalah barang yang luar biasa. Yaitu kardus ajaib, habis isinya macem-macem, gak bisa aku sebutin! Pokoknya isinya di dalem tuh ada kertas-kertasnya deh! Barang-barang apa yang aku butuhin pasti ada aja di tuh kardus. Bin ajaib dah pokoknya, tapi jadi banyak debu disekitarnya.
  • Ada kipas angin yang banyak debunya. Sekali lagu aku males bersihin. Tuh kipas angin tutup bagian depannya udah hilang, pas aku cari-cari, tahunya jatoh ke bawah tempat tidur, aku males ngambil, jadi aku biarin deh, toh juga anginnya tambah kenceng. Kipas angin ini berada tepat diatas Kebo.
  • Selanjutnya poster-poster Avril Lavigne, si kakak kandungku (karena aku dibuang oleh orangtuaku yang tidak menginginkan punya anak pemales sepertiku, mereka juga kaget aku kok kelinci…). Ni poster nemplok di tembok kamar. Ada juga stiker nama-nama band bonus dari majalah, dan juga stiker tokoh-tokoh Naruto, tapi ini bukan aku yang nempel, keisengan adekku..!!!
  • Habis itu yang menggantung adalah tempat gantung baju dibalik pintu. Ada juga tempat gantung ID-Card, aku serasa jadi pengoleksi ID-Card, karena banyak kegiatan yang aku ikutin, dan topi Paskibra yang cuma 2 kali aku pake. Kasian itu topi, banyak serapu-raput debu jadinya.
  • Ada gorden warna pink di kamarku. Yang sering dihinggapi nyamuk. Tak heran gorden itu jadi tempat pembantaian nyamuk bagiku. Banyak berserakan bercak darah, keren kan…

Itulah 9 barang yang ada di kamarku. Kesimpulannya adalah, banyak kertas dan debu. Di mana-mana wajib ada kertas, debu, ato barang-barang gak penting. Gak heran aku dijuluki pemulung oleh kakak perempuanku. Habis mau gimana aku kan kelinci (apa hubungannya bego…!!!). Kalian jadi tahu, aku adalah kelinci pemalas (O ya, aku habis makan duren, jadinya keyboard laptop ini bau duren, dan kakak perempuanku paling benci duren, RASAKAN…!!!).

Salam Wortel… (-___-“)